Google Pencemaran Air | Dark Wizard of Scientist Skip to main content

Pencemaran Air

PENCEMARAN AIR

1) Defenisi Pencemaran Air

.
clip_image002 clip_image004 clip_image006
Pencemaran sering pula diklasifikasikan dalam bermacam-macam bentuk pola pengelompokannya. Pengelompokan menurut jenis bahan pencemar menghasilkan pencemaran biologis, kimiawi, fisik dan budaya. Pengelompokan menurut medium lingkungannya dapat menghasilkan pencemaran udara, air, tanah, makanan dan sosial sedangkan pengelompokan menurut sifat sumber bisa menghasilkan pencemaran primer dan pencemaran sekunder.
Salah satu upaya dalam pengelolaan lingkungan adalah mengatur beban pencemaran dari sumbernya baik sumber pencemaran udara, air maupun limbah padat sehingga informasi tentang besarnya beban pencemaran dari setiap sumber amat berguna dalam upaya pengelolaan lingkungan tersebut.
Pencemaran Air
Air merupakan salah satu sumber kekayaan alam yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menopang kelangsungan hidupnya. Selain itu air dibutuhkan untuk kelangsungan proses industri, kegiatan perikanan, pertanian dan peternakan. Oleh karena itu apabila air tidak dikelola dengan baik dan keliru akan menimbulkan kerusakan maupun kehancuran bagi makhluk hidup.
Secara alami sumber air merupakan kekayaan alam yang dapat diperbaharui dan yang mempunyai daya regenerasi mengikuti suatu daur ulang yang disebut daur hydrologi (Suryani, 1987). Air yang sangat terbatas ini pada umumnya oleh manusia dipergunakan untuk kebutuhan domestik, industri, pembangkit tenaga listrik, pertanian, perikanan, rekreasi.
Word Health Organization (WHO) dalam pernyataannya yang berkaitan dengan air “The Best of All Thing is Water” menunjukan bahwa air itu sangat penting bagi seluruh kehidupan dan selalu dipandang sebagai barang yang sangat berharga sehingga perlu dijaga, dilindungi dan dilestarikan.

2) Jenis Pencemaran Air

Pencemaran air adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air kurang atau tidak dapat lagi berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.
Pelaksanakan penilaian terhadap kualitas air, yaitu membandingkan beberapa ukuran/parameter kunci dengan baku mutu yang ditetapkan.

Jenis ukuran pencemaran air antara lain :

1. Kebutuhan oksigen untuk proses biologi (BOD)
Dalam air buangan terdapat zat organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen dan oksigen dengan unsur tambahan yang lain seperti nitrogen, belerang, dll dimana unsur-unsur tersebut cenderung menyerap oksigen. Oksigen itu dibutuhkan bagi mikroba untuk kehidupannya dan untuk menguraikan senyawaan organik tersebut sehingga kadar oksigen akan menurun yang menyebabkan air menjadi keruh dan berbau.

2. Kebutuhan Oksigen Kimiawi
Bentuk lain untuk mengukur kebutuhan oksigen adalah ukuran COD atau kebutuhan oksigen kimiawi. Nilai COD ini akan menunjukan kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk menguraikan kandungan bahan organik dalam air secara kimiawi khususnya bagi senyawaan organik yang tidak dapat teruraikan karena proses biologis, sehingga dibutuhkan bantuan pereaksi oksidator sebagai sumber oksigen.

3. Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak ditemukan mengapung diatas permukaan air meskipun sebagian terdapat dibawah permukaan air. Lemak dan minyak merupakan senyawa ester dari turunan alkohol yang tersusun dari atom karbon, hidrogen dan oksigen. Lemak sukar diuraikan oleh bakteri tetapi dapat dihidrolisa oleh alkali sehingga membentuk senyawa sabun yang mudah larut. Adanya minyak dan lemak dipermukaan air akan menghambat proses biologis dalam air sehingga tidak terjadi proses fotosintesa. 

4. Nitrogen
Gas yang tidak berwarna dan tidak beracun, dalam air pada umumnya terdapat dalam bentuk organik dan bakteri merubahnya menjadi ammonia. Dalam kondisi aeribik dan dalam waktu tertentu bakteri dapat mengoksidasi amonia menjadi nitrit dan nirtat.

5. Suspended Solids (SS)
Padatan tersuspensi (SS) dalam air atau padatan tidak terlarut dalam air adalah senyawa kimia yang terdapat dalam air baik dalam keadaan melayang, terapung maupun mengendap. Senyawa ini dijumpai dalam bentuk organik maupun anorganik. Padatan tidak terlarut ini menyebabkan air berwarna keruh.

6. Total Disolved Solid (TDS)
Padatan terlarut dalam air (TDS) banyak ditemukan dalam air adalah golongan senyawa alkali seperti karbonat, bikarbonat, dan hidroksida.


3) Sumber Pencemaran Air

Sumber-sumber pencemaran air yang utama digolongkan menjadi 4 bagian, diantaranya:

  1. Limbah Domestik
    clip_image008
Limbah domestik berasal dari pemukiman, pertokoan, hotel, rumah sakit, dan sebagainya. Limbah ini dapat berupa sampah organik, sampah anorganik, serta deterjen. Sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai oleh aktivitas bakteri seperti sisa-sisa sayuran, buah-buahan, maupun dedaunan. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat terurai oleh aktivitas bakteri seperti kertas, plastik, ataupun kaca. Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air karena hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh mikrrorganisme. Pencemaran akibat deterjen yang terjadi secara terus-menerus dapat menghambat proses fotosintesis karena senyawa fosfat yang terkandung dalam deterjen merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok disungai ataupun danau sehingga akan menghalangi masuknya cahaya matahari ke dalam sungai atau danau.
  1. Limbah Industri
Pencemaran akibat limbah domestik dan industri merupakan penyebab utama degradasi kualitas air. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 1999 pasal 1 menyebutkan bahwa limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya. Karakteristik limbah B3 adalah korosif, mudah terbakar dan meledak, bersifat toksik, serta dapat menyebabkan infeksi. Limbah industri yang berbahaya antara lain yang mengandung logam dan cairan asam. Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan logam, yang mengandung tembaga dan nikel serta cairan asam sianida, asam borat, asam kromat, asam nitrat dan asam fosfat.
  1. Limbah Pertanian
    clip_image010
Limbah pertanian dapat berasal dari limbah hewan, pupuk, maupun pestisida. Pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen. Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan hewan air lainnya. Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam air, tetapi mudah larut dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan sel-sel tubuh mahluk, ini dinamakan Biological Amplification sehingga apabila masuk dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi adalah pada konsumen puncak. Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6 ppm, di dalam tubuh burung pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm dan akan meningkat terus sampai konsumen puncak.
  1. Limbah Pertambangan
    clip_image012
Limbah pertambangan seperti batubara biasanya tercemar asam sulfat dan senyawa besi, yang dapat mengalir ke luar daerah pertambangan. Air yang mengandung kedua senyawa ini dapat berubah menjadi asam. Limbah pertambangan yang bersifat asam bisa menyebabkan korosi dan melarutkan logam-logam sehingga air yang dicemari bersifat racun dan dapat memusnahkan kehidupan akuatik. Selain pertambangan batubara, pertambangan emas juga menghasilkan limbah yang berbahaya. Pertambangan emas menghasilkan limbah merkuri yang dihasilkan dari pengolahan bijih emas. Merkuri tersebut selanjutnya berubah menjadi metil merkuri karena proses alamiah. Bila senyawa metil merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui media air, akan menyebabkan keracunan seperti yang dialami para korban Tragedi Minamata. Selama ini limbah pertambangan mineral (tailing) dicerca sebagai bencana. Padahal limbah ini dapat dijadikan bahan campuran beton dengan mutu yang lebih bagus dibandingkan beton konvensional. Di luar negeri, industri pertambangan mampu mengolah kembali limbah tersebut sehingga mineralnya bisa dipanen lagi. Namun, di Indonesia proses daur ulang itu memakan biaya amat mahal, baru PT Freeport Indonesia yang merupakan perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia telah berhasil menyulap tailing menjadi bahan campuran beton. Sekitar 230 ribu ton tailing Freeport per hari yang dibuang ke Sungai Aijkwa bisa diolah kembali sebagai beton, semen campuran, atau bahan bangunan lain.

Polutan secara umum dapat digolongkan sebagai berikut:
  1. Pestisida dan Pupuk
Pestisida maupun pupuk yang digunakan pada lahan pertanian dapat terbawa aliran air hujan, sebagian residu pestisida ataupun pupuk yang merupakan kontaminan akan meresap ke dalam tanah dan mencemari air tanah. Ancaman bahaya pestisida telah menjadi perhatian dunia sejak tahun 1962, residu pestisida mempunyai efek yang sangat merugikan bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang, diantaranya dapat menyebabkan kanker, cacat, gangguan sistem syaraf, gangguan sistem reproduksi, serta gangguan sistem kekebalan tubuh. Pestisida golongan organoklorin membutuhkan waktu yang lama untuk terdegradasi sehingga sangat berpotensi berada dalam air tanah. Selain pestisida pupuk juga dapat mencemari air tanah. Pupuk mengandung senyawa ammonia dan unsur nitrogen yang larut dalam air. Nitrogen yang masuk ke dalam air kemudian meresap ke dalam tanah. Semua zat ber-N akan teroksidasi menjadi nitrat (NO3-). Nitrat akan menghambat darah melepaskan oksigen ke sel-sel tubuh. Sekali nitrat masuk kedalam sistim peredaran darah, penderita dapat mengalami kekurangan oksigen dalam tubuhnya. Penyakit ini dikenal sebagai Baby Blue Syndrome yang dapat menjadi penyebab kematian bagi bayi dibawah umur 3 bulan.
  1. Logam Berat
Logam berat masuk ke dalam air dari banyak sumber. Pada umumnya berasal dari limbah industri. Ada beberapa unsur logam yang termasuk elemen mikro merupakan logam berat yang tidak mempunyai fungsi biologis sama sekali. Logam tersebut bahkan sangat berbahaya dan dapat menyebabkan keracunan pada organisme, yaitu timbal (Pb), merkuri (Hg), arsen (As), kadmium (Cd) dan aluminium (Al). Duxbury (1985) mengklasifikasikan logam berat menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat potensi toksisitasnya terhadap makhluk hidup dan aktivitas mikroorganisme, yaitu 1) ekstrem toksik, seperti Hg; 2) toksik sedang seperti Cd, dan 3) toksik rendah seperti Cu, Ni dan Zn. Logam Pb umumnya berasal dari limbah industri kabel, baterai, cat (pewarna), pestisida, dll.Logam Hg dapat berasal dari limbah industri tambang sinambar (HgS), batu bara fosil, industri farmasi, pecahan thermometer, dll. Logam arsen (As) terdapat dalam pestisida, mineral fosfat seperti pupuk dan deterjen, serta terkandung dalam kerak bumi. Logam berat kelompok ektrem toksik dan toksik sedang belum diketahui manfaatnya dalam tubuh bahkan bersifat racun. Logam berat ini dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.
  1. Limbah B3
Menurut PP 18 Tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3, pengertian limbah B3 (berbahaya dan beracun) adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan / atau beracun yang karena sifat dan / atau konsentrasinya dan / atau jumlahnya, baik secara langsung dapat mencemarkan dan / atau merusak lingkungan hidup, dan / atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Semua limbah yang sesuai dengan definisi tersebut dapat dikatakan sebagai limbah B3 kecuali bila limbah tersebut dapat mentaati peraturan tentang pengendalian air dan atau pencemaran udara. Misalnya limbah cair yang mengandung logam berat tetapi dapat diolah dengan water treatment dan dapat memenuhi standat effluent limbah yang dimaksud maka limbah tersebut tidak dikatakan sebagai limbah B3 tetapi dikategorikan limbah cair yang pengawasannya diatur oleh pemerintah. Limbah B3 atau bahan beracun dan berbahaya memiliki ciri mudah menyala (inflammable), mudah meledak (explosive), korosif, reaktif, beracun, dan dapat menginfeksi.
  1. Mikroorganisme
Berbagai jenis mikroorganisme patogen baik itu virus, bakteri, jamur, maupun spora apabila terdapat dalam air minum dapat menyebabkan penyakit waterborne diseases baik yang menyerang saluran pencernaan seperti disentri, kolera, tifus, dan diare, maupun penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.
Kualitas air minum yang dikonsumsi masyarakat kota besar maupun pedesaan, sudah tercemar beragam racun dan bakteri. Kepadatan penduduk, tata ruang yang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air, merupakan penyebab terjadinya pencemaran air tanah. Ditambah lagi, banyak orang buang sampah, kotoran maupun limbah ke sungai. Bahkan, tak sedikit industri yang membuang limbah berbahaya di kedalaman sungai atau laut.

clip_image014
Padahal, sungai-sungai itu merupakan sumber air bersih bagi masyarakat di kota-kota besar. Jakart misalnya, sumber air bersih di peroleh dari Sungai Citarum (80%), Cisadane (15%) dan sisanya Ciliwung. Sungai-sungai itu melintasi berbagai pedesaan, permukiman, industri, dan transportasi yang cukup padat. 
Namun, sungai-sungai tersebut, kini sudah mengandung senyawa kimia beracun. Senyawa kimia ini dapat terjadi secara alamiah maupun akibat kegiatan manusia mencemari air minum. Beberapa zat kimia yang bersifat racun terhadap tubuh manusia meliputi logam berat, pestisida, senyawa polutan hidrokarbon, zat-zat radio aktif alami atau buatan dan sebagainya. 
Hal itu diungkapkan pakar air bersih dan limbah cair, Arie Herlambang di Jakarta beberapa waktu lalu. Di pedesaan, kata Arie, masyarakat mengalami krisis air layak minum. Soalnya, penggunaan pestisida berlebihan, mencemari air persawahan yang mengalir ke sungai. Sementara sungai itu dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari. 
Sebagai contoh senyawa nitrat yang terkandung dalam pupuk nitrogen (urea), bila tercampur dengan air minum dalam jumlah besar dapat menimbulkan penyakit methaemoglobinameia. Kondisi haemoglobin di dalam darah berubah menjadi methaemoglobin, sehingga darah kekurangan oksigen. Senyawa kimia lainnya, Flourida (F) merupakan senyawa alami pada air di berbagai konsentrasi. Pada konsentrasi kecil sekitar 1,5 mg/I akan bermanfaat pada kesehatan gigi. Apabila konsentrasi tinggi (lebih dari 2 mg/I) menyebabkan kerusakan gigi (gigi bercak-bercak). “Bila lebih besar lagi 3-6 mg/I menyebabkan kerusakan pada tulang. Dosis flourida di dalam air minum maksimal 0,8 mg/I.” 
Hubungan antara kualitas kesehatan masyarakat dengan air bersih yang dikonsumsi saling terkait. Kemunculan penyakit diare, tifus, kolera, disentri, hepatitis A dan poliomelistis anterior akut sangat erat berhubungan dengan air (waterborne diseases). 
Arie menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya zat kimia di dalam air minum. Apalagi katanya, banyak masyarakat yang mengalami keracuan air minum. Sebab, senyawa kimia dalam air minum melebihi ambang batas konsentrasi yang diizinkan.sikes/II/08

4) Dampak Pencemaran Air

Mari kita bicara tentang air. Air adalah sumber kehidupan, di mana ada air di situlah ada kehidupan. Bumi merupakan salah satu planet yang kompisisinya air dengan daratan lebih banyak diisi oleh air. Air memang melimpah tetapi melimpahnya air jika tidak digunakan dengan cara yang bijaksana justru akan mengakibatkan bencana. Air memang menghidupi manusia tetapi sampai saat ini kita selalu terlambat menghidupi air.
clip_image016
Lihatlah air terjun ini, begitu sejuk dan teduh bukan ? begitu sangat alami sekali. Wah itu air dari gunung masih murni belum tercemar ? Lantas apa bedanya ? jika eksploitasi manusia selama ini mengobok-obok air yang jauh dari gunung kelak kemudian di lereng gunung pun akan disikat, karena sudah menjadi sifat manusia, tamak dan rakus ! hanya segelintir orang saja yang peduli akan air. Bahkan mereka berjuang demi air justru malah menjadi bahan tertawaan. Masyarakat atau paguyuban yang cinta air masih bisa dihitung dengan jari. Mereka tidak membutuhkan pengakuan dari pihak manapun, karena mereka yang lakukan cuma satu : Peduli air ! tak perduli anda peduli pada mereka apa tidak … jika anda mendengar dan peduli dan bergerak seperti mereka maka anda sudah menjadi bagian dari mereka. Lihatlah air yang sungguh memilukan ini :
clip_image018
Betapa memilukan bukan ? seandainya anda tinggal di disitu apakah hati anda akan tergerak ? Kita memakai air seenak perutnya bahwa air pasti akan tetap ada, di mana-mana di negeri ini banyak daerah kekeringan, ketika musim hujan air bukannya meresap ke dalam tanah sehingga malah menyebabkan banjir, salah manusia atau airnya ? Seringkali saya terbersit dalam benak saya tentang negeri ini : Kalo musim hujan kebanjiran kalo musim panas kekeringan. Jika musim hujan selalu saja banjir bandang menerjang berbagai daerah, sehingga pernah sahabat saya seorang pecinta air di lereng Merapi mengusulkan agar lagu Indonesia Raya diganti saja teksnya dari “Indonesia tanah airku” menjadi “Indonesia tanah banjirku” . Saya sampai berpikir, sampai begitukah air di negeri ini, sehingga kita tidak bertindak lebih jauh, yang justru di mulai dari rumah kita sendiri, air yang kita gunakan bukan dengan cara bijaksana, tetapi dengan cara dieksploitasi. Sayangnya di dunia ini soal pengurusan air sangat tidak bijaksana, pembuangan limbah pabrik secara sembarangan jelas akan merusak ekosistem yang ada yang tak pelak jelas mencemari air. Air yang ramah dan yang menghidupi manusia malah menjadi sumber bencana, pembuangan limbah kimia terutama dari industri bukan hanya merupakan salah satu sebabnya, banyak pencemaran lain yang tidak melulu dilakukan oleh industri, kalangan rumah tangga tak sedikit menyumbang andil pencemaran air, seperti membuang sampah sembarangan, air bekas cucian yang mengandung deterjen dibuang begitu saja ke sungai. Itu masih saja ditambah dengan membuang sampah ke sungai
clip_image020
Lihatlah sungai-sungai yang membelah Jakarta, seperti sungai yang gambarnya seperti di atas. Mengerikan bukan ? betapa memilukan melihat kondisi airnya, jangankan manusia muak melihatnya, ikan pun akan sebal dan jengah melihat kondisi air yang sudah tercemar dengan berbagai macam bahan kimia dan sampah, tak layak dikonsumsi, jangankan dikonsumsi oleh manusia oleh seekor ikan pun sungguh tak pantas, hanya lalat dan kecoa yang senang berefuoria di sana. Siapa peduli lalat dan kecoa ?
clip_image022
Inilah salah satu sebab musabab mengapa sungai ini tidak alami dan natural, tak lain karena limbah rumah tangga benar merusak sungai dan airnya, saya yakin anda pun jengah. Akahkah kita diam saja ? apakah kita menunggu sebuah gerakan untuk membersihkan sampah dari sungai sehingga air terjaga ? Mustahilkan ? Mission Impossiblekah ? Air yang melimpah sekarang menjadi barang mahal, air menjadi barang komoditi yang harganya tak murah lagi. Bahkan seember air pun harganya paling murah Rp. 500. Jika sehari kita membutuhkan air lima ember bisa anda bayangkan berapa pengeluaran air untuk satu bulan, terutama di daerah yang kondisi airnya memprihatinkan lebih mahal lagi.
clip_image024
Inilah salah satu gerobak penjual air yang modalnya cuma gerobak sama dirigen. Bisa anda bayangkan jika 8 dirijen tadi dijual dengan harga per dirigen Rp. 1000 cuma dapat Rp. 8000, penjual kudu bolak balik mengambil air yang tempatnya jauh juga. Air juga menjadi barang industri, bukan dalam tataran pencemaran tetapi lebih menjual air tersebut, apa yang kita kenal dengan air mineral.
clip_image026
Inilah contoh air yang sudah menjadi skala industri, saya sengaja tidak mengambil gambar air mineral berbotol merek lokal karena dikira promosi air mineral.
Bagaimana dengan kita ? pertanyaan ini kembali mengiang di telinga saya, saya hanya berusaha menggunakan air seperlunya saja. Walau sekalipun kita membuang air, air akan meresap ke dalam tanah, tetapi dalam jangka waktu lama, ini berbanding terbalik dengan kita mengambil air, kita memakai satu ember tetapi mengembalikan air ke dalam tanah belum tentu sesuai kita ambil, karena meresapnya air itu butuh proses dan waktu.
Kita bisa belajar dari negeri lain soal tata pengelolaan sungai, adalah sebuah mimpi jika kita mempunyai gambaran seperti di negeri seberang, ini contoh kota Portland yang ada sungai besar dan juga Chicago.
clip_image027
Portland
clip_image029
Chicago
Mimpikah ? sebenernya tidak, asal kita memulai dari diri kita sendiri. Kalo diri kita membuang sampah di sungai dan mencemarinya ya tetap saja mimpi.
Akhir kata ! Marilah kita bijak menggunakan air demi anak cucu kita. Di bumi ini jika kita tidak menghargai air, air pun tidak akan menghargai kita, ada harmoni antara air dengan manusia, dan manusialah yang selalu merusak harmoni ini.

5) Penanggulangan Pencemaran Air

Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.

Pengolahan limbah
Limbah industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah, agar bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
Sampah padat dari rumah tangga berupa plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat diolah menjadi keset. Sampah organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah, kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.

Judul : Pencemaran Air
Disusun Oleh : Fisika Nondik 2008 UNIMED
Referensi: Diambil dari berbagai sumber
Technorati Tags: ,,,,Sains

Comments

Popular posts from this blog

Pengukuran Atenuasi

A. Atenuasi Atenuasi adalah menurunnya level daya sinyal akibat pengaruh jarak transmisi. Untuk menghindari hal ini, jarak media transmisi dibatasi sehingga pengaruh atenuasi tidak banyak mengganggu kualitas sinyal. Pengaruh atenuasi terhadap sinyal berbeda-beda antar satu media transmisi dengan lainnya. Untuk mengatasi atenuasi, bisa juga digunakan perangkat seperti amplifier atau repeater, yang berfungsi meningkatkan kembali level daya sinyal.
Untuk guided media, atenuasi adalah fungsi yang lebih kompleks dari jarak dan pada umumnya mengikuti fungsi logarithm. Sehingga biasanya dinyatakan sebagai jumlah desibel konstan per unit jarak. Atenuasi membawakan tiga pertimbangan untuk membangun transmisi : a. Sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bisa mendeteksi sinyal b. Sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibanding derau yang diterima tanpa error c. Atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat
Masalah pertama dan kedua d…

Penjalaran Gelombang

DEFINISI DAN KLASIFIKASI GELOMBANGa. Definisi Gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat gerak gelombang dapat dipandang sebagai perpindahan momentum dari suatu titik di dalam ruang ke titik lain tanpa perpindahan materi Rumus dasar gelombang adalah :

Dengan v = kecepatan rambat l = Panjang gelombang b. Klasifikasi gelombang Dalam kenyataannya pengklasifikasian gelombang sangat beragam, ada yang menurut arah rambatnya, medium perambatannya, menurut dimensi penyebaran rambatannya dll. Gelombang menurut arah perambataanya: Gelombang longitudinal Gelombang dengan arah gangguan sejajar dengan arah penjalarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi, gelombang bunyi ini analog dengan pulsa longitudinal dalam suatu pegas vertikal di bawah tegangan dibuat berosilasi ke atas dan ke bawah disebuah ujung, maka sebuah gelombang longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut, koil – koil pada pegas tersebut bergetar bolak –balik di dalam arah di dalam mana gangguan berjal…

Tempurung Kelapa

Tempurung Kelapa Pohon kelapa atau sering disebut pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga. Buah kelapa yang sudah tua memiliki bobot sabut (35%), tempurung (12%), endosperm (28%) dan air (25%) (Setyamidjaja, D., 1995). Tempurung kelapa adalah salah satu bahan karbon aktif yang kualitasnya cukup baik dijadikan arang aktif. Bentuk, ukuran dan kualitas tempurung kelapa merupakan hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan arang aktif. Kualitas tempurung kelapa dan proses pembakaran sangat menentukan rendemen karbon aktif yang dihasilkan.
Karakteristik Tempurung Kelapa Secara fisologis, bagian tempurung merupakan bagian yang paling keras dibandingkan dengan bagian kelapa lainnya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung kelapa tersebut. Berat dan tebal tempurung kelapa sangat ditentukan oleh jenis ta…