Google Papan Partikel | Dark Wizard of Scientist

September 04, 2013

Papan Partikel

Papan Partikel

Papan partikel adalah papan buatan yang terbuat dari partikel-partikel (chips) kayu atau bahan selulosa lainnya yang diikat dengan perekat organik serta bantuan tekanan dan panas (hot press) dalam waktu tertentu, sehingga memilliki sifat seperti kayu masif, tahan api dan merupakan bahan isolasi serta bahan akustik yang baik.

Papan Partikel
Papan Partikel
Bahan pokok pembuat papan partikel ini adalah kayu dan perekat. Adapun jenis kayu yang digunakan adalah jenis-jenis kayu yang lunak, ringan dan bila dikupas tidak pecah. Yang termasuk jenis kayu lunak adalah meranti, keruing kapur, kempa, merawan, mangis dan agathis.(Dumanaw J.F,1990).
Sedangkan bahan perekat yang digunakan dalam pembuatan papan partikel biasanya tergantung dari jenis papan partikel yang akan dibuat, dimana perekat berfungsi untuk mengikat bahan pengisi papan partikel dan untuk melindungi serta mempengaruhi penampilan papan partikel.

Beberapa jenis perekat dan kegunaannya adalah :
  1. Papan partikel untuk perabot digunakan perekat urea formaldehid.
  2. Papan partikel untuk keadaan udara berkelembaban tinggi digunakan resin melamin.
  3. Papan partikel yang tahan air sebagai dinding rumah digunakan fenol formaldehid.
  4. Papan partikel, dibagi atas dua bagian yaitu berdasarkan susunan partikel dan berdasarkan banyaknya lapisan.

Berdasarkan susunan partikel adalah sebagai berikut :
  1. Papan partikel mendatar yaitu dibuat dengan susunan datar, sehingga orientasi partikel sejajar dengan permukaan partikel.
  2. Papan partikel tegak (ekstruksi) yaitu dibuat dengan susunan ekstruksi, sehingga orientasi partikel tegak lurus dengan permukaan papan partikel.

Sedangkan berdasarkan banyaknya lapisan, papan partikel dibagi tiga yaitu :
  1. Papan partikel terdiri dari satu lapisan
  2. Papan partikel terdiri dari tiga lapisan
  3. Papan partikel terdiri dari lima lapisan

Ada beberapa cara untuk menggolongkan papan partikel yaitu :
  1. Menurut ukuran dan geometri papan partikel
  2. Perbedaan ukuran partikel antara muka dan inti
  3. Kerapatan papan, tipe resin dan cara pembuatannya

Faktor yang mempengaruhi mutu papan partikel adalah sebagai berikut:
1. Berat jenis kayu
Perbandingan antara kerapatan atau berat jenis papan partikel dengan berat jenis kayu harus lebih dari satu, yaitu sekitar 1,3 agar mutu papan partikelnya baik.  Pada keadaan tersebut proses pengempaan berjalan optimal sehingga kontak antar partikel baik.

2. Zat ekstraktif kayu
Kayu yang berminyak akan menghasilkan papan partikel yang kurang baik dibandingkan dengan papan partikel dari kayu yang tidak berminyak. Zat ekstraktif semacam itu akan mengganggu proses perekatan.

3. Jenis kayu
Jenis kayu (misalnya Meranti kuning) yang kalau dibuat papan partikel emisi formaldehidanya lebih tinggi dari jenis lain (misalnya meranti merah).  Masih diperdebatkan apakah karena pengaruh warna atau pengaruh zat ekstraktif atau pengaruh keduanya.

4. Campuran jenis kayu
Keteguhan lentur papan partikel dari campuran jenis kayu ada diantara keteguhan lentur papan partikel dari jenis tunggalnya, karena itu papan partikel structural lebih baik dibuat dari satu jenis kayu daripada dari campuran jenis kayu.

5. Ukuran partikel
Papan partikel yang dibuat dari tatal akan lebih baik daripada yang dibuat dari serbuk karena ukuran tatal lebih besar daripada serbuk.  Karena itu, papan partikel struktural dibuat dari partikel yang relatif panjang dan relatif lebar.

6. Kulit kayu
Makin banyak kulit kayu dalam partikel kayu sifat papan partikelnya makin kurang baik karena kulit kayu akan mengganggu proses perekatan antar partikel.  Banyaknya kulit kayu maksimum sekitar 10%.

7. Perekat
Macam partikel yang dipakai mempengaruhi sifat papan partikel.  Penggunaan perekat eksterior akan menghasilkan papan partikel eksterior sedangkan pemakaian perekat interior akan menghasilkan papan partikel interior. Walaupun demikian, masih mungkin terjadi penyimpangan, misalnya karena ada perbedaan dalam komposisi perekat dan terdapat banyak sifat papan partikel.  Sebagai contoh, penggunaan perekat urea formaldehida yang kadar formaldehidanya tinggi akan menghasilkan papan partikel yang keteguhan lentur dan keteguhan rekat internalnya lebih baik tetapi emisi formaldehidanya lebih jelek.

8. Pengolahan
Proses produksi papan partikel berlangsung secara otomatis. Partikel ideal untuk mengembangkan kekuatan dan stabilitas dimensi ialah serpih tipis dengan masih mungkin terjadi penyimpangan yang dapat mengurangi mutu papan partikel. Sebagai contoh, kadar air hamparan (campuran partikel dengan perekat) yang optimum adalah 10-14%,  bila terlalu tinggi keteguhan lentur dan keteguhan rekat internal papan partikel akan menurun.

Ukuran dan Geometri Partikel

Semua tipe partikel yang dicantumkan akan digunakan secara tunggal dan ketebalan seragam dengan perbandingan panjang tebal yang tinggi. Kebanyakan peralatan yang dirancang untuk membuat serpih tipis. Sebenarnya menghasilkan bermacam-macam partikel, termasuk sejumlah serpih ideal tetapi juga sejumlah besar bahan yang lebih halus dan lebih menyerupai butiran-butiran kecil. Umumnya semakin besar ukuran bahan yang memasuki mesin pembuat serpih semakin tinggi proporsi serpih yang mendekati ideal yang dihasilkan.

Penyebaran Partikel Antara Muka Dan Inti


Sifat – sifat permukaan menjadi perhatian apabila papan digunakan untuk pembuatan perabot rumah tangga atau apabila harus dilapis atau dibuat. Partikel – partikel kecil seperti serat adalah paling baik untuk lapisan permukaan apabila dibutuhkan permukaan yang halus. Banyak papan dibuat dalam tiga atau lima lapisan yang jelas dengan partikel- partikel yang lebih kecil pada permukaan dan lapisan-lapisan yang lebih besar di dalam inti. Tujuannya untuk menghasilkan kekuatan yang memadai dan kehalusan permukaan yang baik.
Sejumlah kecil papan partikel tipe lapis tunggal (homogen) kini diproduksi, meskipun sejumlah papan adalah homogeny. Namun, papan berlapis banyak secara teknis unggul dikarenakan pelapisan memungkinkan untuk menaikkan kekuatan lengkung dan ketegaran papan tersebut dengan mengubah sifat – sifat relative permukaan dan inti.

Kerapatan Papan

Ada tiga penggolongan kerapatan papan partikel menurut institute standar nasional Amerika yaitu kerapatan tinggi 50 lb/ ft3, kerapatan sedang, 40-50 lb/ ft3, dan kerapatan kurang dari 40 lb/ ft3.

Biasanya papan partikel yang diproduksi pada kategori kerapatan rendah digunakan untuk inti pintu, yang hanya memiliki persyaratan kekuatan yang minimum. Papan partikel konvensional berkisar dari 42 sampai 50 lb/ ft3. Salah satu tujuan setiap produksi papan partikel ialah untuk mempertahankan kerapatan serendah mungkin dan menghasilkan sifat kekuatan yang diisyaratkanoleh standar atau pembeli. Kerapatan yang berkurang menurunkan biaya pembuatan dan pengiriman sambil menaikkan kemudahan penanganannya. Tetapi, sifat- sifat papan lain seperti kestabilan dimensi sangat berpengaruh terhadap baiknya kerapatan.

Semakin tinggi kerapatan menyeluruh papan dari suatu bahan baku tertentu, semakin tinggi kekuatannya. Untuk memproduksi papan dengan keteguhan lengkung setinggi mungkin pada variasi kerapatan diseluruh tebal papan tersebut profil kerapatan. Variasi kerapatan partikel ini (profil) jangan dikacaukan dengan variasi kerapatan horizontal pada bidang papan.

Memproduksi papan dengan profil yang seragam yaitu perbedaan rendah antara kerapatan muka dan inti, karena saat press ditutup lapisan permukaan kasuran menjadi panas pertama kali dan sampai ke suhu yang paling tingggi daripada inti dan menjadikannya lebih rapat sampai ke tinngkat lebih tinggi.

Faktor – faktor lain juga mempengaruhi profil kerapatan. Suatu kandungan air yang lebih tinggi daripada lapisan permukaan pada saat pengepressan akan mengakibatkan pemanfaatan yang lebih tinggi. Pengaruh perubahan kandungan air didalam kasuran apabila memproduksi papan partikel tebal ½ inci. Kecepatan menutup press ke ketebalan akhir juga mempengaruhi profil kerapatan semakin cepat. Press ditutup semakin besar pemanfaatan relative lapisan permukaan jika dibandingkan dengan inti.

Perbedaan dalam geometri partikel antara muka dan inti juga mempengaruhi profil kerapatan akhir. Tekanan yang lebih besar diperlukan untuk memanfaatkan partikel – partikel yang ramping tebal daripada partikel – partikel tipis.

Cara Pembuatan

Papan partikel diproduksi dengan pambentukan partikel ke dalam kasuran (alat pencetak) rendah dengan penambahan resin. Kasuran ini kemudian digunakan kedalam suatu proses sebagai unit, dimanfaatkan dan dipanaskan sehungga resin mengeras. Material semacam itu dinamakan papan partikel press-plat. Press bercelah umumnya digunakan untuk papan press- plat meskipun press celah tunggal kadang – kadang masih digunakan. Press celah biasanya dilengkapi dengan tongkat pendorong dan penarik yang menutup semua celah antara plat-plat sekaligus saat press menutup. Tanpa alat semacam itu kasuran pada pembukaan paling bawah akan menderita tekanan yang paling lama dan pada tingkat yang paling tinggi.
Papan partikel juga dapat diproduksi secara berkesinambunngan dan sejumlah muatan press dalam press komersial. Press kontinu telah dikemaskan yang memberikan tekanan pada kasuran dengan alat penggiling dan pita- pita baja atau plat- plat berengsel. Tekanan dan panas dikenakan saat kasuran di bawah berjalan melalui mesin – mesin ini.
Sistem pembuatan lain yang dikenal adalah ekstrusi yaitu partikel dimanfaatkan di antara dua plat tetap oleh suatu pelantak yang naik turun. Pada setiap gerakan ke bawah alat pelantak tersebut memanfaatkan sejumlah kecil partikel diantara plat- plat yang dipanaskan. Saat partikel dimanfaatkan pada satu ujung bagian partikel yang telah mengeras perlahan- lahan akan keluar.


Judul : Papan Partikel
Disusun Oleh : Dedek Febriana | Maulidya Dara | Henni Elika S | Sri Wahyuni Batubara | Ria Yuliana
Share this post

0 comments

Comment & suggestion....

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2013 Dark Wizard of Scientist
Original Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSS Comments RSS
Back to top