Google Serbuk Gergaji Kayu Jati | Dark Wizard of Scientist

September 26, 2013

Serbuk Gergaji Kayu Jati

Serbuk Gergaji Kayu Jati

Serbuk gergaji adalah serbuk kayu berasal dari kayu yang dipotong dengan gergaji. Kayu jati memiliki nama botani Tectona grandits L.f. Di Indonesia kayujati memiliki berbagai jenis nama daerah yaitu delek, dodolan, jate, jatih, jatos, kiati, kulidawa, dan lain-lain. Kayu ini merupakan salah satu kayu terbaik didunia. Berdasarkan PPKI 1961 termasuk kayu dengan tingkat pemakaian I,tingkat kekuatan II dan tingkat keawetan I. Pohon jati tumbuh baik pada tanah sarang terutama tanah yang mengandung kapur pada ketinggian 0-700 m di atas permukaan laut, di daerah dengan musim kering yang nyata dan jumlah curah hujan rata-rata 1200-2000 mm per-tahun. Banyak terdapat di seluruh Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Lampung. Pohon jati dapat tumbuh mencapai tinggi 45 m dengan panjang batang bebas cabang 15-20 m dan diameter batang 50-220 mm dengan bentuk batang beralur dan tidak teratur. Kayu jati memiliki serat yang halus dengan warna kayu mula-mula sawo kelabu. Kemudian berwarna sawo matang apabila lama terkena cahaya matahari dan udara. Serat kayu memiliki arah yang lurus dan kadang-kadang terpadu, memiliki panjang serat rata-rata 1316μ dengan diameter 24,8μ dan tebal dinding 3,3μ. Struktur pori sebagian besar soliter dalam susunan tata lingkaran, memiliki diameter 20-40μ dengan frekuensi 3-7 per-mm².

Karena sifat-sifatnya yang baik, kayu jati merupakan jenis kayu yang paling banyak dipakai untuk berbagai keperluan. Sifat-sifat kayu jati secara lengkap dapat dilihat pada tabel 2.1. Pada industri pengolahan kayu, jati diolah menjadi kayu gergajian, plywood, blackbord, particleboard, mebel air dan sebagainya.

Tabel 2.1 Sifat-Sifat Kayu Jati
No. Sifat Satuan Nilai
1 Berat jenis Kg/cm3 0,62-0,75 (rata-rata 0,67)
2 Tegangan pada batas proporsi Kg/cm3 718
3 Tegangan pada batas patah Kg/cm3 1031
4 Modulus elastisitas Kg/cm3 127700
5 Tegangan tekan sejajar serat Kg/cm3 550
6 Tegangan geser arah radial Kg/cm3 80
7 Tegangan geser arah tangensial Kg/cm3 89
8 Kadar selulosa % 47,5
9 Kadar lignin % 29,9
10 Kadar pentose % 14,4
11 Kadar abu % 1,4
12 Kadar silica % 0,4
13 Serabut % 66,3
14 Kelarutan dalam alcohol bensena % 4,6
15 Kelarutan dalam air dingin % 1,2
16 Kelarutan dalam air panas % 11,1
17 Kelarutan dalam NaOH 1 % % 19,8
18 Kadar air saat titik jenuh serat % 28
19 Nilai kalor Cal/gram 5081
20 Kerapatan Cal/gram 0,44
Sumber : Anonim 1991

Kayu jati merupakan kayu serba guna, umumnya digunakan untuk berbagai keperluan seperti furniture dan perkakas, selain itu serbuk gergajinya dapat pula digunakan sebagai bahan pembuat briket dan juga sebagai zat penyerap. Serbuk gergaji kayu merupakan limbah industri kayu ternyata dapat digunakan sebagai zat penyerap logam berat (Freedman dan Waias, 1972, Randall, 1974 dan Henderson 1977, dalam Amalia (2001).
Gambar Serbuk Kayu Jati
Gambar Serbuk Kayu Jati

Sifat Kimia Serbuk Gergaji Kayu Jati

Kandungan kimia kayu adalah selulosa ± 60 %,lignin ± 28 % dan zat lain (termasuk zat gula) ± 12 %. Dinding sel tersusun sebagian besar oleh selulosa.Lignin adalah suatu campuran zat – zat organik yang terdiri dari zat karbon (C), zat air , dan oksigen.
Serbuk gergaji kayu mengandung komponen utama selulosa, hemiselulosa, lignin da zat ekstraktif kayu. Lignin mempunyai ikatan kimia dengan hemiselulosa bahkan ada indikasi mengenal adanya ikatan – ikatan antara lignun dan selulosa. Ikatan – iaktan tersebut dapat berupa tipe – tipe ester atau eter diusulkan bahwa ikatan – ikatan glikosida merupakan penyatu lignin dan polisakarida.
Komponen kimia didalam kayu mempunyai arti penting, karena menentukan kegunaan sesuatu jenis kayu juga dengan mengetahuinya kita dapat membedakan jenis kayu.Komponen kayu dapat dilihat pada tabel 2.2.
Komponen kimia kayu:
1. Karbon terdiri dari selulosa dan hemiselulosa
2. Ion karbonhidrat terdiri dari lignin kayu
3. Unsur yang diendapkan:
a. Karbon : 50%
b. Hidrogen : 6 %
c. Nitrogen : 0,04 % - 0,10 %
d. Abu :0,20 % - 0,50 %
Tabel 2.2 Komponen – komponen kayu
Komponen Kayu Keras Kayu lunak
Selulosa 15 58
Pentosan 18 7
Lignin 23 26
Resin,gum,minyak 2 8
Abu 1 1

Sifat fisik Serbuk Gergaji Kayu Jati

Sifat – sifat ini antara lain daya hantar panas, daya hantar listrik, angka muai dan berat jenis. Perambatan panas pada kayu akan tertahan oleh pori – pori dan rongga – rongga pada sel kayu. Karena itu kayu bersifat sebagai penyekat panas. Semakin banyak pori dan rongga udaranya kayu semakin kurang penghantar panasnya. Selain itu daya hantar panas juga dipengaruhi oleh kadar air kayu, pada kadar air yang tinggi daya hantar panasnya juga semakin besar.

Sifat Higroskopik Serbuk Gergaji Kayu Jati

Akibat air yang keluar dari rongga sel dan dinding sel, kayu akan menyusut dan sebaliknya kayu akan mengembang apabila kadar airnya bertambah. Sifat kembang susut kayu dipengaruhi oleh kadar air, angka rapat kayu dan kelembaban udara. Kembang susut kayu pada berbagai arah dapat dilihat pada tabel 2.3.
Tabel 2.3 Kembang Susut Kayu pada Berbagai Arah
Arah Presentase serat
Tangensial (sejajar garis singgung) 4 – 14
Radial (menuju ke pusat) 2 – 10
Aksial (sejajar serat) 0,1 – 0,2
Volumetric 7 – 21

Sumber : Wirjmartono 1991

Sifat Mekanik Serbuk Gergaji Kayu Jati

Kayu bersifat anisotrop (non isotropic material), dengan kekuatan yang berbeda – beda pada berbagai arah . Sel kayu jika mendapat gaya tarik sejajar serat akan mengalami patah tarik sehingga kulit sel hancur dan patah. Jika gaya tarik terjadi pada arah tegak lurus serat, maka gaya tarik menyebabkan zat lekat lignin akan rusak. Dukungan gaya tarik pada arah tegak lurus serat jauh lebih kecil dibandingkan dengan pada arah sejajar serat. Sel kayu yang mengalami gaya desak dengan arah sejajar serat, menyebabkan sel kayu tertekuk. Sel – sel kayu disampingnya akan menghalangi tekuk ke arah luar, sehingga sel kayu patah karena tertekuk ke dalam.
Jika daya desak terjadi pada arah tegak lurus serat, sel kayu akan tertekan atau seolah – olah sel kayu dipejet saja. Jadi dukungan gaya desak pada arah tegak lurus serat akan lebih besar dibandingkan dengan pada arah serat sejajar. Gaya geser sejajar serat pada sel kayu akan menyebabkan rusaknya zat lekat lignin. Jika gaya geser terjadi pada arah tegak lurus serat, maka gaya seolah - olah memotong dinding – dinding sel. Gaya untuk memotong dinding sel lebih besar daripada gaya untuk mematahkan zat lekat lignin. Jadi dukungan gaya geser pada arah tegak lurus serat akan lebih besar dibandingkan dengan pada arah sejajar serat.


Disusun Oleh : Dedek Febriana | Maulidya Dara | Henni Elika S | Sri Wahyuni Batubara | Ria Yuliana
Share this post

1 comments

  1. terimakasih kak atas referensi yang kaka berikan

    ReplyDelete

Comment & suggestion....

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2013 Dark Wizard of Scientist
Original Designed by BlogThietKe Cooperated with Duy Pham
Released under Creative Commons 3.0 CC BY-NC 3.0
Posts RSS Comments RSS
Back to top