Google Diskusi | Dark Wizard of Scientist Skip to main content

Diskusi

Diskusi

Diskusi adalah metode pendidikan yang sangat praktis untuk mendapatkan pengeahuan dan meningkatkan kreatifita. Disamping itu diskusi merupakan alat untuk menyamakan persepsi atau cara pandang. Diskusi merupakan bentuk forum ilmiah.

Dasar - Dasar Metode Diskusi

  1. Harus dapat menciptakan suasana akrab antar anggota kelompok 
  2. Perlu mengenal karakter, perilaku dan watak setiap individu agar dapat menghindari hal-hal yang tidak perlu
  3. Tidak mencari keuntungan pribadi atau golongan

Tujuan Diskusi

  1. Untuk mempertemukan dan menyatukan pendapat, pola fikir dan persepsi dari para anggota kelompok dalam rangka pengambilan keputusan
  2. Untuk melatih keberanian mengeluarkan pendapat secara sistematis dan logis
  3. Belajar menerima dan menghargai pendapat orang lain
  4. Untuk mengubah sikap dan perilaku dan membentuk watak menjadi pribadi yang matang
  5. Mendapatkan informasi untuk menambah wawasan berpikir

Syarat-syarat dan metode diskusi

a. Syarat-syarat diskusi
  1. Harus ada tujuan yang jelas
  2. Setiap anggota mempunyai hak bicara yang sama
  3. Berlangsung dengan waktu 20-90 menit dan paling lama 120 menit
  4. Peserta minimal 3 orang dan maksimal 20 orang, paling baik antara 7, 10, 12 atau 15 orang


b. Metode diskusi
  1. Diskusi panel yaitu suatu diskusi yang diawali dengan beberapa pemrasaran kertas kerjanya
  2. Resource persons discussion, yaitu suatu diskusi dengan mendatangkan para ahli
  3. Committee report, yaitu kelompok diskusi dari suatu hasil pengumpulan data dan fakta yang dibentuk oleh suatu sidang diskusi
  4. Problem solving, yaitu suatu diskusi untuk mendapatkan jalan keluar dalam menanggulangi suatu masalah yang timbul

Persiapan penyelenggaraan diskusi

a. Persiapan sebelum diskusi
  1. Merumuskan topic sesuai dengan sasaran yang akan dicapai
  2. Topic dikhususkan agar tidak terlalu luas dan mempermudah jalannya diskusi
  3. Merumuskan topic secara konkrit
  4. Bahan-bahan diskusi diberikan kepada para peserta


b. Persiapan menjelang diskusi
  1. Penulisan topic yang akan ditemakan
  2. Pengumpulan bahan-bahan referensi
  3. Menyiapkan undangan yang akan dibagikan
  4. Mengecek kembali tempat diskusi termasuk semua sarana yang diperlukan


c. Selama diskusi berlangsung
  1. Perlu dipantau jalannya diskusi agar tidak menyimpang dari metode yang ditetapkan
  2. Setiap diskusi harus dimulai dengan pendahuluan
  3. Ketua diskusi harus menciptakan suasana diskusi yang harmonis sampai pada akhir diskusi
  4. Ketua harus pandai mengakrabkan peserta

Peserta Diskusi


a. Persyaratan menjadi peserta diskusi
  1. Peserta mempunyai maksud ingin memberikan saran yang bermanfaat
  2. Jika seorang peserta ingin berbicara memberi isyarat kepada ketua diskusi
  3. Tidak boleh melemparkan pendapat yang tidak relevan dengan topic diskusi

b. Ciri-ciri peserta yang baik
  1. Menjadi pendengar dan pembicara yang baik
  2. Mampu mengendalikan diri dalam berbicara
  3. Memiliki rasa hormat kepada rekan peserta
  4. Merasa ikut berperan dalam proses diskusi

c. Jenis peserta dalam diskusi
  • Peserta diam
    Bagi peserta pendiam, ketua harus dapat mendorong dalam bentuk pertanyaan atau wawancara ringan agar peserta pendiam tersebut timbul hasrat untuk berbicara.
  • Peserta yang banyak bicara
    Untuk mengatasi peserta yang banyak bicara, mereka harus dibatasi dengan peraturan tata tertib diskusi.
  • Peserta sok tahu
    Peserta sok tahu, dapat diatasi dengan cara mendesaknya untuk memberikan argumentasi secara terus-menerus sampai yang bersangkutan kehabisan akal.


Disusun Oleh : Dewi Fatmawati
Sumber : Dewi Fatmawati
Technorati Tags: 

Comments

Popular posts from this blog

Pengukuran Atenuasi

A. Atenuasi Atenuasi adalah menurunnya level daya sinyal akibat pengaruh jarak transmisi. Untuk menghindari hal ini, jarak media transmisi dibatasi sehingga pengaruh atenuasi tidak banyak mengganggu kualitas sinyal. Pengaruh atenuasi terhadap sinyal berbeda-beda antar satu media transmisi dengan lainnya. Untuk mengatasi atenuasi, bisa juga digunakan perangkat seperti amplifier atau repeater, yang berfungsi meningkatkan kembali level daya sinyal.
Untuk guided media, atenuasi adalah fungsi yang lebih kompleks dari jarak dan pada umumnya mengikuti fungsi logarithm. Sehingga biasanya dinyatakan sebagai jumlah desibel konstan per unit jarak. Atenuasi membawakan tiga pertimbangan untuk membangun transmisi : a. Sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bisa mendeteksi sinyal b. Sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibanding derau yang diterima tanpa error c. Atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat
Masalah pertama dan kedua d…

Penjalaran Gelombang

DEFINISI DAN KLASIFIKASI GELOMBANGa. Definisi Gelombang Gelombang adalah getaran yang merambat gerak gelombang dapat dipandang sebagai perpindahan momentum dari suatu titik di dalam ruang ke titik lain tanpa perpindahan materi Rumus dasar gelombang adalah :

Dengan v = kecepatan rambat l = Panjang gelombang b. Klasifikasi gelombang Dalam kenyataannya pengklasifikasian gelombang sangat beragam, ada yang menurut arah rambatnya, medium perambatannya, menurut dimensi penyebaran rambatannya dll. Gelombang menurut arah perambataanya: Gelombang longitudinal Gelombang dengan arah gangguan sejajar dengan arah penjalarannya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi, gelombang bunyi ini analog dengan pulsa longitudinal dalam suatu pegas vertikal di bawah tegangan dibuat berosilasi ke atas dan ke bawah disebuah ujung, maka sebuah gelombang longitudinal berjalan sepanjang pegas tersebut, koil – koil pada pegas tersebut bergetar bolak –balik di dalam arah di dalam mana gangguan berjal…

Tempurung Kelapa

Tempurung Kelapa Pohon kelapa atau sering disebut pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga. Buah kelapa yang sudah tua memiliki bobot sabut (35%), tempurung (12%), endosperm (28%) dan air (25%) (Setyamidjaja, D., 1995). Tempurung kelapa adalah salah satu bahan karbon aktif yang kualitasnya cukup baik dijadikan arang aktif. Bentuk, ukuran dan kualitas tempurung kelapa merupakan hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan arang aktif. Kualitas tempurung kelapa dan proses pembakaran sangat menentukan rendemen karbon aktif yang dihasilkan.
Karakteristik Tempurung Kelapa Secara fisologis, bagian tempurung merupakan bagian yang paling keras dibandingkan dengan bagian kelapa lainnya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung kelapa tersebut. Berat dan tebal tempurung kelapa sangat ditentukan oleh jenis ta…